Belajar dari orang Jawa, kalau nggak “untung” ya “slamet”. Ada kecelakaan “untung masing bisa dipakai kendaraannya”. Hape rusak “slamet kemarin sudah install whatsapp di laptop jadi masih bisa chat” dan banyak lainnya. Pokoknya buat orang Jawa, dalam setiap kejadian selalu ada hal yang harus tetap disyukuri. Karena sejatinya nggak ada hal yang absolut, semua hanya sekadarnya dan sementara. Jadi kenapa kita nggak bereaksi sekadarnya dan berpikir bahwa semua hal yang membuat kita marah itu hanya sementara?
Think about ‘both side story’ is the key, not always about the whole story, but because everybody has their own version of story.. 🙂
You’ve Got A Friend
Seringkali kita dihadapkan masalah dalam hidup yang membuat kita harus mencari dukungan, tapi bagi yang susah cerita maka yang dicari adalah dukungan moril dan alternatif penyelesaian masalah tanpa harus menjelaskan masalahnya.
Dia (Tidak) Mencintaimu!
Tidak ada teori pasti untuk menjelaskan pengkhianatan. Atau setidaknya jangan menormalisasi kecurangan. Jangan terlalu menolerir ‘kejahatan’, terutama kalau jadi korbannya. Karena saat itu, kita juga punya kesempatan yang sama untuk melakukannya. Ini murni tentang pilihan.
Emosi vs Logika
Kecerdasan pikir tentu berbeda dengan kecerdasan emosi. Itu sebabnya ada orang yang sangat pintar tapi mudah sekali tersulut emosi. Demikian juga sebaliknya. Yang harus dipahami, kecerdasan ini tidak mutlak, akan naik turun menyesuaikan situasi dan kondsi yang dihadapi, Ada orang yang EQ nya tinggi tiba-tiba tersulut emosi, dan pasti ada juga saat dimana orang dengan kecerdasan intelektual yang tinggi melakukan perbuatan ‘bodoh’ karena emosi.
AQ dan Filosofi Bayangan :)
Setiap orang memiliki daya ‘pantul’ yang berbeda ketika menghadapi masalah. Seperti bola, ada yang bila dihempaskan ke tanah akan memantul sempurna kembali ke arah yang sama. Ada juga yang tidak memiliki daya pantul sama sekali, seperti bola sepak takraw. Ada yang malah tidak bisa kita kontrol daya pantulnya, contohnya bole bekel 😀



